By Ahmad_Qyubi. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Kerusakan Power Suply


Pengaruh dari power supply terhadap kinerja sebuah PC sangat vital. Power Supply yang bermasalah bisa mengakibatkan PC sering hang bahkan tidak bisa ON sama sekali. Kerusakan Power Supply secara mudah dibedakan menjadi dua. Yaitu kerusakan Mati total dan Kerusakan Lemah. Lemah dalam artian catu daya yang dihasilkan sudah tidak standar lagi.

- Power Supply MATOT(mati total)
Mendeteksi power supply mati total cukup mudah. Kalau kipas pendingin Power supply mati bisa dipastikan power supply mati. Untuk memastikan kembali buka casing power supply. Perhatikan fuse/sikring kalau putus sudah pasti power supply mati. Tapi kadang fuse tidak putus. Perhatikan komponen-komponen terutama yang menepel pada pendingin. Seperti terbakar atau tidak. Biasanya kalau power supply mati tercium bau seperti terbakar. Jika power supply kondisi seperti di atas bisa dipasikan 100% rusak.

- Power Supply lemah
Powre Supply masih hidup tetapi catu daya yang di hasilkan berkurang atau tidak sesuai standar. Coba cek tegangan power supply di bios. Jika tegangan atau voltage yang dihasilkan jauh dari ambang batas toleransi berarti kondisi sudah lemah. Efeknya adalah PC menjadi sering hang. Apalagi jika menggunakan beberapa harddisk atau peralatan tambahan lainnya, misal kipas tambahan. Biasanya jika dibuka casing power supply akan terlihat adanya elco-elco yang mengelembung. Atau ada beberapa resistor yang nilainya sudah berubah.


Jadi, dengan demikian kita bisa mengetahui kerusakan yang terjadi pada komputer kesayangan kita, dan mengganti komponen yang sudah positif rusak. Sehingga tidak terjadi kerusakan yang lebih parah lagi.

Semoga Bermanfaat :)


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Installasi Windows Via Flashdisk

Step by Step buat Boot Flash Disk installer

1. Siapkan Flash Disk minimal 1 GB, backup semua data di Flash Disk
2. Download PetoUSB disini ekstrak ke C:\USB
3. Tancapkan USB flash disk ke salah satu port USB. Ingat-ingat posisi drive-nya. Apakah F:, G:, H:, dan sebagainya.
4. Saat Anda berada di posisi normal (desktop), masukkan CD instalasi Windows XP ke optical drive. Jika komputer menjalankan proses instalasi secara otomatis, batalkan saja dan tutup semua aplikasi yang tengah berjalan.
5. Unduh dan ekstrak aplikasi yang penulis berikan. Saran penulis, ekstrak seluruh isinya ke sebuah folder, semisal C:\USB.
6. Selanjutnya, buka folder di mana Anda mengekstrak aplikasi modul pembuat instalasi, kali ini kita ambil contoh C:\USB.
7. Jalankan file bernama "usb_prep8.bat" maka di layar monitor akan tampak jendela Command Prompt berisi macam-macam perintah. Jika sudah muncul tulisan "Press any key to continue," tekan sembarang tombol untuk konfirmasi.
8. Di layar akan muncul jendela PEtoUSB yang meminta Anda memformat USB flash disk Anda. Tak perlu mengubah setting apa pun, langsung klik Start untuk mulai proses format. Jawab konfirmasi sesuai kebutuhan Anda.
9. Jika sudah selesai, tutup jendela PEtoUSB (jangan menutup jendela Command Prompt yang tadi terbuka ketika Anda menjalankan usb_prep8.bat), maka di layar akan muncul opsi-opsi dari 0 hingga 7.
10. Gunakan opsi 3 untuk memilih sumber file instalasi yang nantinya akan disalin ke flash disk. Disini, tentukan di drive mana Anda menyimpan instalasi Windows XP. Pilih saja optical drive di mana sudah ada CD Windows XP di dalamnya, atau pilih folder pilihan Anda jika Anda telah menyalin file instalasi Windows XP ke folder tertentu.
11. Pilih opsi 5 untuk menentukan di mana Anda mencolok flash disk. Kalau flash disk Anda berada di drive F:, maka ketik F dan tekan ENTER. Jika drive G: maka ketik G dan tekan ENTER, begitu seterusnya berlaku untuk drive lain.
12. Selanjutnya pilih opsi 4 untuk mulai proses pembuatan modul instalasi yang nantinya akan disalin ke flash disk secara otomatis. Jawab apa pun konfirmasi yang muncul dengan Y atau YES atau OK atau bentuk persetujuan lain.


Selesai! Kini flash disk Anda telah siap digunakan untuk instalasi Windows XP! Silahkan melakukan setting pada BIOS notebook Anda, dan pilih Removeable Disk (atau apa pun nama lainnya) sebagai media pertama yang dijalankan saat booting.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS